FRASA ADPOSISIONAL, ADJEKTIVAL DAN ADVERBIAL
- Sintaksis frasa dapat dipandang menurut struktur intrafrasalnya dan menurut ekstrafrasalnya
- Menurut struktur ekstrafrasalnya kalimat: (1) ”guru menguraikan
tentang teori ini,” frasa preposisional dapat berfungsi sebagai objek,
sedang pada kalimat (2) ”Olah tanah dengan cangkul.” sebagai konstituen
keterangan.
- Secara intrafrasal, semua frasa yang dicetak tebal dia atas adalah sama yaitu frasa adposisional
- Ada beberapa pokok menyangkut frasa adposisional yang perlu dibahas
yaitu (a) adposisi dan objeknya (b) adposisi berupa
preposisi (c) adposisi bertumpuk, yaitu konstituen induk yang terdiri
dari dua adposisi (d) frasa adposional bermarkah induk dan brmarkah
bawahan (e) frasa adposisional sebagai atribut.
- frasa adposisional terdiri dari adposisi sebagai induk dan kata atau frasa nominal sebagai konstituen bawahan.
- konstituen tersebut dalam ilmu linguistik disebut “objek” dari
adposisi induk. Untuk membedakan dari Objek pada verba, maka huruf “o”
pada objek adposisi ditulis kecil.
- adposisi yang mendahului objeknya disebut preposisi: di Jakarta, dari Malang.
- adposisi yang dapat mengikuti objek disebut posposisi. Dalam bahasa
Jepang: Tookyoo ni (Tokio ke, ‘ke Tokyo’), Yokohama made (Yokohama
sampai—‘sampai Yokohama’)
- adposisi yang mengikuit objek baik itu sebelum dan sesudahnya
disebut ambiposisi, seperti dalam contoh: ‘notwithstanding the problem’
atau ‘the problem notwithstanding’ ‘walaupun ada masalah itu’
- Dalam banyak bahasa, terdapat pula fenomena adposisi majemk atau
rangkap, sebagai induk dari frasa adposisional: Contoh: They took it
from under the cabinet.
- Ada dua tipologi morfologis bahasa, yaitu bahasa pemarkah induk, dan
bahasa pemarkah bawahan. Banyak bahasa Austronesia, utamanya Indonesia
berpemarkah induk, contohnya ‘untuk-nya,’ ‘daripada-nya.’
- frasa adposisional pemarkah induk ada dua jenis, yaitu pemarkah
adposisional secara pronominal sebagai pengganti pronomina, misalnya
untuk-nya, sufiksnya menggantikan pronomina, yang kedua yaitu pemarkah
yang hanya menyertai, tidak megganti nomina objek, jadi ada baik
pemarkah tebal maupun nomina objek. Mis pada bahasa Abkhaz (Kaukasia):
a- jÓ™yas a- q’na ART sungai 3:T
pada (indonesia ‘pada sungai itu’)
- Struktur intrafrasal kadang-kadang bergantung pada struktur ekstra frasalnya.
- Frasa adposisional dapat berfungsi sebagai atribut.
- Dalam contoh: ’the flower on the table’ frasa preposisional ‘on the
table’ dapat menjadi atribut dari ‘the flower.’ Dalam contoh ‘kursi di
samping lemari,’ frasa ‘di samping lemari’ menjadi atribut dari ‘kursi’
- Frasa ajektival terdiri atas ajektiva sebagai induk dan konstituen
bawahannya. Bawahan ajektiva bermacam-macam sehingga dapat digolongkan
ke dalam beberapa jeni: (1) penegas negatif, penegas refleksif, penegas
modal (2) nomina milik yang tak terasingkan (3) pembaku pada komparatif,
superlatif, dan ekuatif (4) adverbia (atau frasa adverbial) derajat (5)
nomina pengukur (6) nomina “aspek”
Sumber: Verhaar
www.kamus inggris-indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar